Kenaikan Penggunaan PLTS Atap dari Tahun ke Tahun

Energi menjadi salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat sebagai penopang kehidupan sehari-hari. Seperti halnya energi listrik yang seperti menjadi kebutuhan wajib untuk setiap rumah. Energi listrik yang pada umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia berasal dari pembangkit tenaga listrik menggunakan bahan fosil ini ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan suhu bumi. 

Jika kondisi ini berlanjut, meningkatnya suhu bumi dan pemanasan global akan berdampak buruk untuk keberlangsungan hidup manusia. Karena hal ini, banyak masyarakat saat ini telah sadar dampak signifikan ini dan beralih menggunakan tenaga surya. Energi matahari lebih meminimalisir dampak terburuknya dan bisa menjadi alternatif pembangkit listrik yang ramah lingkungan. 

Salah satu kelebihan penggunaan PLTS ini adalah sumber energi yang tak terbatas. Selain itu, penggunaan tenaga surya  tidak membutuhkan pembakaran shingga tidak menghasilkan gas buang berupa gas rumah kaca. 

Pemanfaatan tenaga panas matahari bisa dijadikan pilihan terbaik dalam kondisi bumi saat ini, mengingat kondisi suhu bumi yang semakin meningkat. 

Peningkatan Penggunaan PTLS Atap di Indonesia

Penggunaan energi surya sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat telah mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatkann pemasangan PLTS Atap yang semakin diminati. 

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, kapasitas pemasangan   PLTS atap di Indonesia hingga Januari 2022 telah mencapai 51,19 megawatt peak (MWp) dari 4.974 pelanggan. Kapasitas ini terpasang hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 450 MWp. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. 

Penggunaan PLTS Atap ini tidak hanya familiar dengan kalangan industri saja, tetapi juga bangunan residensial. Pada kalangan industri, pemasangan PLTS Atap terus diminati dan semakin meningkat setiap tahunnya. 

Hal ini sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh pemerintah dalam menggerakan pengembangan energi terbarukan sebagai penopang kehidupan masyarakat Indonesia. Pasalnya, pemerintah sedang mengejar target bauran EBT 23% pada 2025. 

Meskipun pemerintah sedang menggerakan pemanfaatan energi surya, namun tidak adan intervensi signifikan atau paksaan untuk setiap masyarakat. PLTS Atap digunakan secara sukarela dan masif digunakan masyarakat sebagai alternatif menghemat tagihan listrik atau menurunkan emisi gas rumah kaca. 

Perubahan Iklim sebagai Alasan Pemasangan PLTS Atap

Penggunaan panel surya di Indonesia masih dibilang minim, padahal jika dilihat dari kelebihan pemasangan dan letak geografisnya, Indonesia yang terbentang di Garis Khatulistiwa mendapatkan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun. 

Apabila energi matahari dapat dimanfaatkan dengan baik, tentu bukan hal yang mustahil Indonesia berpotensi menjadi negara yang kaya energi. 

Dibandingkan dengan energi non-terbarukan, energi tenaga surya memiliki banyak keunggulan, seperti halnya pengapikasian yang mudah, juga alternatif terbaik bagi daerah terpencil. 

Ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang belum terjangkau oleh listrik. Selain itu, pemasangan panel surya dapat meminimalisir peningkatan suhu bumi akibat gas rumah kaca.

Perlu Anda ketahui, gas rumah kaca dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari. Tercatat, sejak tahun 1950-an, gas CO2 semakin meningkat tiap tahunnya karena semakin majunya industri juga semakin meningkatnya konsumsi energi. 

Sumber energi penghasil gas rumah kaca ini sering kita lihat seperti halnya penggunaan listrik, aktivitas kendaraan bermotor, membakar sampah. Inilah salah satu penyebab mengapa pemerintah sedang menggerakan pemanfaatan energi terbarukan. 

Perubahan iklim yang signifikan menjadi alasan utama dalam meggunakan PLTS Atap secara masif. Dengan demikian, dampak perubahan iklim akan lebih terminimalisir. 

Seperti yang telah diklaim oleh Kementrian ESDM jika pengembangan PLTS Atap secara masif dengan kapasitas 3,6 gigawatt (GW) dapat menurunkan konsumsi batu bata nasional mencapai 3 juta ton pertahun. 

Perubahan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Masyarakat Indonesia

Melihat dampak perubahan suhu bumi yang semakin terasa pada kehidupan manusia, banyak diantaranya masyarakat Indonesia mengubah gaya hidup mereka yang lebih ramah lingkungan. Perubahan gaya hidup ramah lingkungan ini tentu menjadi suatu hal baik yang dapat mendorong pemanfaatan energi bersih.  

Pasalnya, kalangan industri atau bangunan komersial lain yang menggunakan energi listrik skala besar akan memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan. Sebab itu, lambat laun minat penggunaan PLTS Atap semakin diminati dan akan terus meningkat. 

Terbukti dari pemasangan PLTS Atap dapat efektif menghemat biaya tagihan listrik. Hal ini tentu saja dapat memberikan keuntungan untuk industri dan lingkungan.

Selain itu, pemasangan PLTS Atap akan menjadi solusi terbaik untuk bangunan residensial. Pada bangunan residensial atau perumahan di Indonesia, masih terdapat beberapa daerah yang belum mendapatkan akses listrik secara merata. Meskipun tercatat angka rasio elektrifikasi pedesaan mencapai 99,48%, atau meningkat signifikan 84% dari tahun 2019, masih ada 433 desa yang belum teraliri listrik. Dengan menggunakan tenaga surya, diharapkan distribusi listrik merata. 

Jadi, penggunaan energi bersih akan mmeberikan dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia. Ada bannyak manfaat yang diperoleh jika menggunakan PLTS Atap. 

Saatnya Beralih ke Energi Alternatif Tenaga Surya

Beralih ke energi alternatif sinar matahari dapat menjadi solusi terbaik dalam mengatasi krisis lingkungan. Anda juga akan lebih menghemat tagihan biaya istrik bulanan. Energi Surya yang tak terbatas ini dapat mengatasi isu krisis listrik yang bisa saja terjadi di masa depan. 

Berikut manfaat yang bisa Anda peroleh dari pemasangan PLTS Atap:

  • Ramah lingkungan

Faktanya, energi surya termasuk dalam energi bersih yang ramah lingkungan. Pemanfaatan energi surya ini menjadi solusi untuk megurangi dampak pemanasan global dan emisi karbon dioksida. Penggunaan PLTS Atap juga tidak akan menyebabkan polusi suara atau udara, karena cara kerjanya menggunakan paparan sinar matahari saja. 

  • Menghemat biaya listrik

Harga listrik yang dapat berubah sewaktu-waktu juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pembengkakan biaya tagihan listrik bulanan. Namun, jika Anda menggunakan panel surya, Anda bisa menekan biaya tersebut dengan sistem on-gird.

  • Penggunaan Listrik Termonitor

Salah satu hal pembeda penggunaan PLTS Atap dengan PLN adalah semua daya dan produksi listrik yang digunakan dapat dimonitor dengan mudah.  

  • Energi Terbarukan

Pembangkit listrikyang berasal dari energi hasil alam seperti batu bara, gas alam, minyak bumi, atau fosil bersifat terbatas. Artinya, manusia hanya bergantung pada ketersedian yang ada. Berbeda dengan energi surya yang bersifat tak terbatas dan akan terus ada.

  • Lebih Tahan Lama

Penggunaan PLTS akan lebih bertahan lama dan dapat bertahan hingga 20 tahun lamanya. Bahkan tidak perlu perawatan khusus secara rutin, hanya sesekali melakukan pembersihan panel saja. 

  • Pengaplikasian yang Mudah

Proses pengaplikasian yang mudah sehingga biaya yang dikeluarkan lebih rendah. Ini tentu menjadi salah satu hal yang meguntungkan bukan? 

Jadi, jika Anda berminat untuk melakukan pemasangan PLTS Atap, Anda bisa langsung menghubungi SolarKita. Perusahaan Panel Surya terbaik di Indonesia yang akan membantu Anda menciptakan energi bersih. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kontak nomor yang tertera. 

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts