Hal Kecil Yang Bisa Mengurangi Emisi Karbon untuk Menyelamatkan Bumi

Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, contoh dari emisi karbon ialah CO2, gas pembuangan dari pembakaran bensin, solar, kayu, daun, gas LPG, dan bahan bakar lainnya yang mengandung hidrokarbon.

Dalam arti sederhana, emisi karbon adalah pelepasan karbon ke atmosfer emisi karbon menjadi kontributor perubahan iklim bersama dengan emisi gas rumah kaca emisi gas yang berlebihan dapat menyebabkan pemanasan global atau efek rumah kaca. Hal ini mengakibatkan peningkatan suhu di bumi secara signifikan.

Emisi karbon menjadi salah satu penyebab perubahan iklim di dunia, proses ini dapat berdampak pada lingkungan hidup, kesehatan manusia, hingga menciptakan ketidak stabilan ekonomi, selayaknya masyarakat Mengurangi Emisi Karbon.

Salah satu hal yaitu disebabkan oleh aktivitas pembakaran senyawa-senyawa yang mengandung karbon, untuk mengetahui besaran emisi, maka dilakukan pengukuran jejak karbon, melansir Ensiklopedia Britannica, jejak karbon merupakan jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang berkaitan dengan segala aktivitas seseorang atau entitas lain seperti bangunan, perusahaan, negara, dan lain-lain.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Pemerintah Jokowi akan menurunkan emisi karbon 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030, dari Perpres tersebut, pemerintah paham akan pentingnya Mengurangi Emisi Karbon, hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pertemuan Conference of the Parties (COP) 26 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Glasgow, United Kingdom jejak karbon berasal dari jejak ekologis yang merupakan ukuran dampak terhadap lingkungan yang dinyatakan sebagai jumlah lahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan sumber daya alam. 

Konsep jejak karbon juga sering mencakup emisi gas rumah kaca lainnya, seperti metana, nitrous oxide, atau chlorofluorocarbons (CFC), emisi karbon juga disebabkan karena pembakaran bahan bakar fosil di bidang manufaktur, pemanasan, dan transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik untuk keperluan barang dan jasa yang dikonsumsi.

Namun sebuah kajian memperkirakan jika emisi gas dibiarkan seperti sekarang dan temperatur meningkat lima derajat Celcius, maka peningkatan air laut pada tahun 2100 bisa dua kali lipat dari perkiraan itu, sebuah penelitian yang diterbitkan hari selasa 21 may 2019 memperingatkan bahwa peningkatan air laut secara global bisa terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan karena meningkatnya akselerasi rata-rata pelelehan es di Greenland dan Antartika.

Jika ini terjadi 1,8 juta kilometer persegi daratan akan terbenam, termasuk sebagian besar Bangladesh dan Lembah Sungai Nil, ini juga bisa membahayakan kota-kota besar di dunia termasuk London, New York dan Shanghai. Tidak hanya itu saja, sebuah studi global tentang pentingnya Mengurangi Emisi Karbon yang diterbitkan dalam Jurnal Sustainability mengungkapkan, peningkatan emisi karbon telah menyebabkan kekhawatiran yang signifikan di antara negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Rusia, India, Uni Eropa, dan Jepang sebagai penghasil emisi karbon terkemuka dunia. 

Emisi karbon dapat menyebabkan dampak besar seperti perubahan iklim yang tak menentu yang dapat mengakibatkan banjir, kelaparan, hingga ketidakstabilan ekonomi. Selain itu, jika dibiarkan terus menerus, dan tidak Mengurangi Emisi Karbon juga bisa mengakibatkan suhu udara meningkat dan menyebabkan pemanasan global.

Hal ini tentu sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup makhluk hidup yang ada di Bumi. Oleh karena itu, penting untuk mencegah pemakaian emisi karbon yang berlebihan untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik.

Hal Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Membantu

Dari informasi di atas tentang dampak dan bahayanya emisi karbon, sepatutnya masyarakat Mengurangi Emisi Karbon tersebut,  ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk Mengurangi Emisi Karbon tersebut :

Menggunakan Angkutan Umum.

Jalan kaki atau bersepeda atau menggunakan angkutan umum – dibandingkan mengendarai mobil – akan Mengurangi Emisi Karbon, selain juga membuat Anda sehat juga untuk menghemat pengeluaran ekonomi, kita bisa memilih cara kita bepergian di dalam kota dan jika kita tak punya akses ke angkutan umum, pastikan bahwa Anda memberi suara pada politisi yang menjanjikan untuk membangun angkutan umum.

Jika memang benar-benar harus memakai mobil, maka gunakan kendaraan listrik, juga jika mungkin, gunakan kereta daripada pesawat ketika Anda bepergian, bahkan berbuatlah lebih jauh lagi dengan membatalkan perjalanan Anda dan gunakan fasilitas konferensi video

Menghemat Energi.

Persoalannya bukan sekadar energi bersih, tetapi juga lebih sedikit menggunakan energi jemur pakaian Anda alih-alih menggunakan mesin pengering untuk menghindari dari membuang-buang bahan bakar fosil untuk konsumsi listrik gunakan insulasi di atap untuk mencegah pembuangan panas pada saat musim dingin, dan cari perangkat elektronik yang hemat energi.

Matikan dan cabut kabel peralatan listrik Anda ketika tidak digunakan, perubahan-perubahan ini tampaknya kecil, tetapi merupakan cara ampuh untuk Mengurangi Emisi Karbon, ketika Anda membeli perangkat elektronik, pastikan mereka efisien dalam penggunaan energi Anda juga bisa memilih untuk mengadopsi sumber energi terbarukan untuk kebutuhan Anda, misalnya pemanas air tenaga matahari.

Kurangi makan daging, atau lebih baik lagi kalau Anda menjadi seorang vegan.

Produksi daging merah menghabiskan lebih banyak emisi gas rumah kaca daripata produksi daging ayam, buah-buahan, sayur-sayuran dan sereal, kurangi makan daging dan lebih banyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.Jika ini sulit, mulailah dengan puasa makan daging satu hari dalam seminggu.Juga akan sangat berguna mengurangi konsumsi susu karena emisi gas rumah kaca yang juga tinggi untuk memproduksi dan transportasinya, upayakan untuk membeli makanan musiman setempat juga untuk sekaligus mengurangi makanan yang dibuang.

Membiasakan daur ulang, bahkan untuk air.

Berulang kali kita diberi tahu tentang keuntungan mendaur ulang, namun transportasi dan memproses material untuk daur ulang merupakan proses yang karbon-intensif atau meninggalkan jejak karbon yang banyak, bagaimanapun daur ulang lebih sedikit dalam mengkonsumsi energi daripada memproduksi dari awal, pengurangan dan daur ulang bisa meminimalisir kerugian ini juga berlaku untuk air, setelah paham tentang dampak emisi karbon tersebut, kita harus menyimpan dan mendaur ulang air sambil berusaha untuk menampung air hujan.

Beritahu dan didik orang sekitar.

Sebarkan pengetahuan tentang perubahan iklim dan didik orang lain, bergabunglah bersama-sama untuk membangun komunitas hidup yang berkelanjutan, bangun “jaringan berbagi” yang bisa membantu mengumpulkan sumber daya seperti alat pemotong rumput, alat berkebun dan capailah standar gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Mengurangi Emisi Karbon adalah pilihan terakhir untuk kelangsungan bumi, menjaga keseimbangan alam dan mengurangi pemanasan global, semua ini jika dipraktekkan setiap hari oleh milyaran orang akan mampu memunculkan pembangunan berkelanjutan tanpa berpengaruh terhadap kesejahteraan.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts