Memasang PLTS Atap sebagai Bentuk Penghematan Listrik Rumah

Belakangan ini, pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap mengalami peningkatan di Indonesia. Hal ini dikarenakan teknologi PLTS semakin mudah ditemukan dan penggunaannya semakin dipahami masyarakat luas. Selain itu, pemasangan PLTS Atap juga secara tidak langsung membantu melestarikan bumi karena menggunakan energi terbarukan, yakni sinar matahari.

Namun, tak hanya itu, pemasangan PLTS Atap juga dinilai mampu membantu Anda menghemat pemakaian listrik konvensional, terutama di rumah. Bagaimana bisa? Simak dulu serba-serbinya berikut ini!

Kapasitas PLTS terus meningkat

Peningkatan penggunaan PLTS Atap terlihat dari data yang dikeluarkan Kementerian ESDM. Berdasarkan data tersebut, hingga Maret 2021 lalu, sudah ada 3.472 pelanggan yang memasang PLTS Atap dengan total kapasitas mencapai 26,51 MegaWatt Peak (MWP). Hal ini menunjukkan tingginya ketertarikan dan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap PLTS Atap.

Demi memperluas pemanfaatan PLTS supaya tidak terbatas hanya untuk pelanggan PLN, Kementerian ESDM telah melakukan revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018. Melalui revisi tersebut, pemerintah mempersingkat waktu permohonan izin pemasangan PLTS Atap. Dengan begini, pelanggan di wilayah usaha non PLN termasuk rumah tangga pun bisa lebih mudah menikmati PLTS Atap. 

Berapa kapasitas maksimum PLTS Atap?

Beberapa dari Anda mungkin masih merasa ragu memasang PLTS Atap karena bertanya-tanya dengan kapasitas maksimumnya. Tak perlu khawatir, hingga kini kapasitas sistem PLTS Atap dibatasi paling tinggi 100% dari daya yang tersambung dengan listrik PT PLN. Artinya, kapasitas PLTS Atap ditentukan dari kapasitas total inverter yang mengubah arus listrik DC menjadi AC.

Cara menghitung kapasitas PLTS Atap

Impor listrik dari PLN dihargai sesuai Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang berlaku. Jadi, ekspor listrik dihitung 65% x kWh yang diekspor. KWh ekspor sendiri merupakan surplus energi setelah Anda konsumsi sendiri pada siang hari, jadi penghematannya tidak dinilai 65% semua. 

Sebagai contoh, AC dan peralatan listrik yang menyala pada siang hari mengonsumsi listrik sekitar 10 kWh. Di sisi lain, LSA Anda memproduksi 14 kWh sehingga tak perlu membayar 100% x 10 kWh) + (65% x 4 kWh).

Besar penghematan listrik jika menggunakan PLTS Atap

PLTS Atap menjadi solusi dalam menghemat listrik yang digunakan dari PLN. Kalau ada kelebihan tenaga listrik dari PLTS Atap, maka 65% nilai kWh ekspor akan menjadi pengurang tagihan listrik pada bulan berikutnya. Artinya, daya PLTS Atap ini akan mengurangi listrik sebanyak maksimal 0,65 Watt pada bulan berikutnya. 

Perhitungan ini mempertimbangkan biaya distribusi dan biaya pembangkitan PLN sampai 2/3 dari harga tarif tenaga listrik. Nilai 35% sisanya dianggap menjadi kompensasi tarif penyimpanan tenaga listrik PLD Atap yang menempel pada grid PLN. Tenang, listrik yang diperhitungkan tetap 100% karena menggantikan listrik yang diimpor dari PLN. Porsi yang digunakan akan lebih besar jika dibandingkan dengan yang diekspor, sehingga ke PLN hanya sekitar 64% saja. Jumlahnya jelas lebih kecil daripada dipakai sendiri.

Mekanisme pemasangan PLTS Atap

Di Indonesia, pemasangan PLTS Atap sudah diatur dalam Permen ESDM Nomor 29 tahun 2018, yang berisi:

  • Kapasitas maksimum sistem PLTS Atap adalah 100% dari daya yang tersambung pelanggan PLN.
  • Perhitungan ekspor-impor sistem PLTS Atap dihitung berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor 65%, di mana surplus ekspor akan diakumulasi pada bulan berikutnya sebagai kWh pengurang tagihan. Setiap tiga bulan, jika masih terjadi surplus, maka akan di reset ke 0.
  • Instalasi Sistem PLTS Atap wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), SLO Instalasi Sistem PLTS Atap dengan kapasitas sampai dengan 35 kiloWatt (kW) merupakan bagian dari SLO  instalasi pemanfaatan tenaga listrik tenaga rendah.
  • Konsumen PLN dari kelompok tarif industri dikenakan biaya pembelian energi listrik darurat dan biaya kapasitas.
  • Konsumen PT PLN yang berminat memasang PLTS Atap wajib mengajukan permohonan pembangunan PLTS kepada PLN wilayah/distribusi.
  • Pemasangan PLTS Atap wajib dilaksanakan oleh badan usaha (perusahaan) yang mempunyai izin usaha pemasangan dan penyambungan instalasi listrik (instalasi bersertifikat) serta sertifikat badan usaha ketenagalistrikan. Instalasi wajib memenuhi SPLN dan SNI yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan.

Jika Anda tertarik memasang PLTS Atap, serahkan kepada SolarKita. SolarKita memberikan pelayanan mulai dari konsultasi, pemasangan, hingga perawatan PLTS Anda di rumah. Mari beralih ke PLTS Atap untuk menghemat listrik sekarang juga!

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts