Indonesia Kerja Sama dengan Swiss Tingkatkan Kompetensi Instruktur PLTS

Pengembangan PLTS terus digenjot oleh pemerintah guna meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan PLTS yang bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga efisien penggunaannya. Salah satu upaya terbaru yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kompetensi instruktur PLTS.

Untuk meningkatkan kompetensi instruktur PLTS dalam negeri, pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Ketenagakerjaan merancang sebuah proyek bernama Renewable Energy Skills Development (RESD). Menariknya, proyek ini merupakan sebuah program kerja sama antara Indonesia dengan Swiss. Seperti apa proyek peningkatan kompetensi instruktur PLTS ini?

Dilaksanakan melalui proyek Renewable Energy Skills Development

Program peningkatan kompetensi instruktur PLTS ini akan diselenggarakan melalui proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Proyek RESD merupakan hasil kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Swiss. Mengapa Swiss?

Pemanfaatan energi surya di Swiss terus meningkat pada dua dekade terakhir ini. Sejak 2005, Swiss berkomitmen untuk menerapkan EBT pada berbagai sektor, mulai dari industri hingga rumah tangga. Untuk bisa mewujudkan pemanfaatan EBT yang menyeluruh, pemerintah Swiss menerapkan beberapa strategi seperti program feed-in-tariff (kompensasi) dan menurunkan biaya instalasi sistem.

Energi surya sendiri merupakan EBT yang menjadi fokus pemerintah Swiss. Bahkan Swiss tak ragu untuk merancang proyek ambisius PLTS di ketinggian 1.810 mdpl yang membentang di Pegunungan Alpen. Proyek bernama Alpine Solar Project ini diharapkan mampu menghasilkan kurang lebih 3,3 juta kWH listrik per tahunnya. Selain itu, Swiss juga punya sejarah yang dekat dengan energi surya. Swiss merupakan pelopor pemanfaatan sel fotovoltaik sebagai penghasil energi listrik pada era 1980 hingga 1990-an.

Menghadirkan tenaga ahli langsung dari Swiss

Proyek RESD ini nantinya akan dipandu oleh master trainer yang merupakan tenaga ahli dalam bidang pemanfaatan energi surya di Swiss. Dalam program ini, nantinya para trainer tidak sekadar berbagi ilmu dan pengetahuan, tapi juga melakukan cascading kepada instruktur PLTS di seluruh Indonesia.

Dengan begitu, diharapkan para instruktur PLTS dapat menciptakan sebuah sistem pembelajaran yang optimal. Mereka dapat mengembangkan kurikulum dan bahan ajar yang tidak hanya berkualitas, tapi juga tepat guna.

Penyediaan SDM berkualitas yang relevan dengan kebutuhan terkait PLTS

Instruktur PLTS merupakan elemen esensial dalam hal pemanfaatan energi surya. Dengan adanya instruktur yang berkualitas, maka SDM yang dihasilkan pun akan berkualitas baik pula. Adanya proyek RESD ini akan membantu para instruktur untuk mendapatkan pengetahuan terbaik mengenai pengelolaan PLTS yang efisien.

Bukan hanya itu, jika melihat pemanfaatan energi surya dan EBT lainnya di Swiss, trennya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, para tenaga ahli PLTS di Swiss berhasil untuk membangun sebuah sistem yang terus diperbarui sehingga tetap relevan meski situasi dan kondisi terus berubah.

Menjadi tetap relevan bukanlah hal yang mudah karena pada dasarnya dunia terus berubah, terlebih dalam dunia EBT. Pemanfaatan EBT sangatlah dinamis. Dulu sel surya terbuat dari bahan selenium yang dikombinasikan dengan emas. Namun, seiring berjalannya waktu, kombinasi tersebut diketahui hanya memiliki efisiensi 1%, tentu sulit untuk memenuhi kebutuhan industri.

Hingga akhirnya bahan dasar panel surya diubah menjadi kristal silikon yang tingkat efisiensinya mencapai 29%. Tanpa adanya upaya untuk menjadi relevan, inovasi semacam ini tidak akan pernah terjadi.

Upaya mendukung pemerintah dalam pengembangan EBT

Tujuan diadakannya proyek RESD tak lain adalah untuk mendukung pemerintah dalam pemanfaatan dan pengembangan EBT. Dengan pengembangan EBT yang baik, maka diharapkan target-target pemerintah yang berkaitan dengan EBT bisa tercapai. Misalnya, target bauran EBT 23% pada 2025 atau target net zero emission pada 2060 nanti.

Selain itu, mengutip Kepala BBPLK Serang Aan Subhan, proyek RESD juga bertujuan untuk menghasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang berhubungan dengan pemanfaatan energi surya, terutama dalam hal perencanaan, pemasangan, pengoperasian, serta pemeliharaan PLTS dan pembangkit listrik EBT lainnya seperti Solar PV, Solar Hybrid, dan tenaga air di Indonesia.

Dengan adanya proyek kerja sama dengan Swiss ini, diharapkan nantinya Indonesia akan memiliki instruktur PLTS yang mampu mencetak SDM berkualitas. Potensi pemanfaatan energi surya dan EBT lainnya pun diharapkan akan lebih optimal dengan adanya instruktur yang relevan dengan kebutuhan.

Anda juga bisa membantu negeri ini dalam hal pemanfaatan EBT, yaitu dengan memasang panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Penggunaan panel listrik tidak hanya membantu negara meningkatkan bauran EBT, tapi juga membantu Anda untuk menjaga kelestarian bumi. Pasang panel surya pertama Anda dengan layanan instalasi panel surya dari SolarKita. Klik di sini untuk konsultasi lebih lanjut!

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Program Pembiayaan

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli sistem Panel Surya, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu tentang cara-cara pembelian atau