Target 90% TKDN Panel Surya pada 2025, Bagaimana Cara Mencapainya?

Krisis energi sudah terjadi sejak tahun 1970-an. Sebagai solusi, banyak negara memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi alternatif. Selain menawarkan jumlah tak terbatas, energi matahari juga eco-friendly karena tidak menimbulkan polusi. 

Saat ini, Indonesia menargetkan 90% Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Panel Surya pada 2025. Bahkan kini Indonesia memiliki panel surya terbesar di Asia Tenggara lewat peresmian operasional panel surya atap seluas 72.000 m2 dan berkapasitas 7,13 MegaWatt pada 2020 lalu. 

Di samping itu, apa saja cara Indonesia untuk mencapai target 90% TKDN panel surya pada 2025? Berikut informasinya!

Upaya Kemenperin mendukung realisasi bauran EBT

Salah satu usaha Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mencapai target 90% TKDN Panel Surya pada 2025 adalah secara konsisten mendukung perwujudan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) nasional. Indonesia punya semua potensi energi terbarukan seperti energi surya, panas bumi, bioenergi, air, dan angin sehingga mempermudah penggunaan energi terbarukan, khususnya pada energi pembangkit listrik.

Kemenperin juga telah menyusun road map (peta jalan) hingga 2025 sebagai salah satu langkah untuk memberikan dorongan terhadap upaya mengembangkan industri panel surya Indonesia. Besar harapan bahwa upaya tersebut akan memberikan efek ganda pada perekonomian tanah air, yaitu dari sisi kemampuan industri dan transfer teknologi sesuai komitmen mendorong ekonomi hijau pemerintah.

Peta jalan untuk mencapai target

Road map yang disusun oleh Kemenperin untuk mencapai target pengembangan industri panel surya nasional didukung juga dengan sejumlah kebijakan strategis. Dari tahun ke tahun, target TKDN sendiri terus mengalami peningkatan. Berikut informasinya:

  • Target 40% pada periode 2016-2018 Pada periode ini, pemerintah membangun wafer, solar cell, dan solar module sehingga kini terdapat 10 pabrikan modul surya di tanah air. 
  • Target 76% pada periode 2019-2020 – Peningkatan nilai TKDN didukung dengan adanya ingot factory.
  • Target 85% pada periode 2020-2022 – Pemerintah membangun solar grade silicon factory untuk mencapai target 85%.
  • Target 90% pada periode 2023-2025 – Untuk periode ini, diharapkan nilai TKDN minimal 90% bisa tercapai lewat adanya metallurgical grade silicon factory.

Mencakup pemetaan untuk mengukur kemampuan industri

Peran industri panel surya dalam negeri harus terus ditingkatkan untuk membuat harga penggunaan energi pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) makin kompetitif. Di sisi lain, Kemenperin juga telah melakukan perencanaan untuk mengukur kemampuan industri yang mendukung ketenagalistrikan.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, nilai TKDN industri panel surya diketahui mencapai 40-47%. Pemerintah Indonesia optimis bahwa angka tersebut akan terus bertambah. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memberi dukungan kebijakan demi meningkatkan kemampuan industri panel surya nasional.

Peraturan menteri untuk mendukung meningkatnya TKDN industri panel surya nasional

Untuk mencapai target 90% TKDN panel surya pada 2025, dikeluarkan juga sejumlah peraturan menteri. Peraturan Kementerian Perindustrian Nomor 4 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Peningkatan TKDN untuk pembangkit listrik tenaga surya pun diterbitkan demi menunjang peningkatan TKDN. 

Khusus untuk PLTS, Peraturan Kementerian Perindustrian No 5 Tahun 2017 menggantikan Peraturan Kemenperin No 54 tahun 2012 mengenai Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Saat ini, jumlah TKDN gabungan untuk Solar Home System adalah 53,07%, sedangkan untuk PLTS terpusat berada pada angka 43,85%.

Masih kecilnya serapan pasar dari kapasitas produksi nasional

Potensi energi surya di Indonesia per tahun mencapai 532,6 GWp. Masalahnya, kapasitas produksi nasional yang terpasang saat ini hanya 515 MWp. Kondisi ini menjadi bukti bahwa serapan pasar dari kapasitas produksi nasional masih minim. Harapannya, serapan pasar bisa terus meningkat untuk mendukung bauran EBT nasional.

Faktanya, terkait kapasitas EBT yang terpasang, Indonesia menduduki posisi ke-3 di Asia Tenggara dengan 9.861 MW. Kapasitas EBT terpasang Indonesia saat ini memang masih kecil, begitu pun dengan investasi terkait pembangkit tenaga listrik EBT. Namun, dengan mengandalkan berbagai kebijakan dan upaya yang dilakukan pemerintah, besar harapan dan peluang tantangan tersebut dapat teratasi.

Itulah informasi mengenai cara mencapai target 90% TKDN panel surya pada 2025. Penggunaan panel surya, baik di rumah tangga maupun sektor industri, diharapkan akan semakin meningkat untuk mencapai target. Anda bisa turut mendukung pencapaian target tersebut dengan ikut menggunakan panel surya dari SolarKita yang ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Pentingnya Memakai Energi Alternatif

Energi Alternatif adalah semua energi yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional. Energi alternatif ini juga biasa disebut dengan istilah energi terbarukan.