Contoh Pencemaran Lingkungan yang Menyebabkan Bencana Bagi Manusia

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan yang bisa membawa dampak buruk bagi lingkungan. Kebiasaan-kebiasaan manusia yang sebenarnya bisa mencemari lingkungan ini penting untuk disebutkan dan dibahas. Tujuannya agar lebih banyak orang sadar bahwa bisa jadi mereka adalah penyebab terjadinya bencana.

Beberapa contoh pencemaran lingkungan pada dasarnya dimulai dari sikap menyepelekan dan menganggap remeh dampak dari hal yang dilakukan. Apa sajakah itu? Ini dia ulasannya.

Kegiatan manusia yang membahayakan lingkungan

Contoh pencemaran lingkungan ini adalah bagian dari rutinitas kebanyakan orang. Salah satu rutinitas yang membahayakan lingkungan dan yang sulit sekali dihindari adalah penggunaan plastik yang sangat masif. Bahan makanan dikemas di dalam plastik, kopi susu juga dikemas dalam botol plastik, buang sampah dengan kantong plastik, dan masih banyak lagi.

Plastik adalah material yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat terurai. Potensi plastik merusak ekosistem juga jadi tinggi karena tumpukan sampah plastik baik di darat maupun laut.

Contoh lainnya adalah membuang sisa makanan. Kebiasaan yang masih dilakukan banyak sekali orang ini menyia-nyiakan tanah, air, energi, dan sumber daya alam lainnya yang dipakai untuk membuat makanan tersebut.

Selain itu, penggunaan AC juga berbahaya bagi lapisan ozon. Semakin bertambah banyaknya kendaraan pribadi juga memperburuk kondisi ozon karena menimbulkan polusi udara. Sampai perkara mencuci muka dengan sabun yang tidak ramah lingkungan juga bisa mencemari lingkungan. Kelihatannya sederhana, tetapi dampaknya besar karena dilakukan oleh banyak orang secara konsisten.

Ozon yang semakin menipis

Kebiasaan-kebiasaan di atas mendorong terjadinya pencemaran lingkungan. Termasuk yang paling terasa adalah ozon yang menipis. Selain memakai AC, memakai parfum juga berkontribusi pada kerusakan ozon. 

Ozon yang menipis membuat sinar ultraviolet matahari dengan mudah menembus bumi. Apa yang terjadi kemudian? Potensi manusia mengalami penyakit juga jadi tinggi. Terutama penyakit langka yang sulit diobati. 

Kebakaran hutan

Masih ingat kasus kebakaran hutan yang cukup besar di Riau tahun 2019? Asap dan polusinya disebutkan mencapai Singapura. Banyak aktivitas sehari-hari hingga perekonomian harus berhenti. Ulah siapakah ini? Lagi-lagi ini jadi contoh kelalaian manusia dalam melestarikan lingkungan.

Kebakaran hutan adalah contoh pencemaran lingkungan yang paling terlihat campur tangan manusia di sana. Pembukaan lahan, perencanaan yang tidak bijak, pengawasan yang kurang, semua ini berujung pada bencana. Hutan yang terbakar bukan sekadar pepohonan saja. Hutan adalah rumah bagi ekosistem; tanaman, hewan, dan organisme lainnya.

Pencemaran sungai dan laut

Ke mana limbah dan sampah pergi? Sampah dibuang ke sungai dan berakhir di lautan lepas. Ini barangkali contoh pencemaran lingkungan yang santer terdengar. Sudah sering dibahas tetapi masih sedikit yang benar-benar mulai menata sampah dan limbahnya.

Bisa jadi karena kebanyakan orang berpikir sungai dan laut yang tercemar tidak akan berdampak buruk pada dirinya. Padahal, ujung-ujungnya manusia juga yang akan merasakan dampaknya. Biota dan ekosistem rusak, jangan kaget kalau ikan yang dikonsumsi jadi beracun. Lalu, dampak yang paling parah adalah sulitnya mendapatkan air bersih.

Banjir

Banjir juga salah satu contoh pencemaran lingkungan karena ulah manusia. Namun, setiap kali banjir terjadi, banyak yang menyalahkan sungai meluap atau hujan yang terlalu deras. Padahal, bukan itu masalah utamanya.

Penebangan pohon yang membuat daya serap air tanah jadi berkurang merupakan tersangka utamanya Sampah-sampah menyumbat aliran dan saluran air serta pembuangan. Tanpa disadari, manusia juga berkontribusi atas terjadinya bencana.

Kalau sudah begini, bagaimana solusinya? Sederhana saja, mulailah membuka diri untuk belajar lagi. Kenali aktivitas-aktivitas yang bisa menimbulkan contoh-contoh pencemaran lingkungan. Lalu, coba ambil aksi nyata untuk melestarikan lingkungan.

Contohnya seperti mengurangi penggunaan plastik dengan mengurangi membeli makanan kemasan. Jika bisa masak sendiri, ada baiknya mengurangi pemesanan makanan secara online. Daripada memakai kendaraan pribadi, coba beralih ke kendaraan umum. Saat membuang sampah, jangan lupa juga untuk dipilah-pilah. Sementara bagi yang memiliki AC di rumah, coba atur penggunaannya dengan bijak.

Tidak harus dilakukan sekaligus semua, lakukan saja secara bertahap. Termasuk mencoba untuk beralih ke sumber energi terbarukan. Salah satunya dengan menggunakan panel surya dari Solarkita. Ambil langkah-langkah kecil untuk perubahan yang lebih baik bagi lingkungan.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts