5 Cara Mengurangi Carbon Footprint Rumah Tangga

Di tengah pandemi, masyarakat di dunia terpaksa harus mengurangi kegiatan di luar rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona. Semua kegiatan mulai dari bekerja, belajar, menghibur diri, hingga berbelanja dilakukan dari rumah. Di sisi lain, banyaknya kegiatan di rumah ternyata dapat meningkatkan carbon footprint rumah tangga.

Carbon footprint atau jejak karbon sendiri merupakan jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari kegiatan manusia. Carbon footprint ini dihasilkan dari kegiatan seperti penggunaan energi listrik dan air, bahkan sekadar konsumsi makanan di rumah. Tak main-main, carbon footprint ini bisa menyebabkan kekeringan, berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrem, dan bencana alam. Mumpung lagi di rumah saja, mari intip 5 cara mengurangi carbon footprint rumah tangga berikut ini!

Gunakan Produk Lokal

Tahukah Anda, sepiring makanan yang Anda makan bisa menyumbang carbon footprint? Hal ini karena dalam proses dari produksi makanan hingga distribusinya sudah menyumbang 13% gas rumah kaca, lho. Salah satu cara mengurangi carbon footprint rumah tangga bisa dimulai dari menggunakan produk lokal. 

Dengan menggunakan produk lokal serta mengkonsumsi produk musiman yang tersedia di daerah Anda tinggal, Anda sudah meminimalisir jumlah carbon footprint dari proses distribusi bahan makanannya. Jadi, cobalah berbelanja di pasar-pasar yang menjajakan produk lokal khas daerah Anda.


Belajar Buat Kompos

Semasa pandemi ini, mulai banyak orang yang mengajarkan untuk menerapkan zero waste atau kondisi di mana rumah tangga sebisa mungkin meminimalisir sampah sisa makanan. Tak bisa dipungkiri, saat masak di rumah pasti kita banyak membuang sisa bahan yang tidak digunakan seperti kulit buah, tangkai sayuran atau biji-bijian. 

Nah, gerakan zero waste ini mengajak kita untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi suatu yang berguna. Contohnya sampah makanannya bisa kita sulap menjadi kompos tanaman. Nantinya, kompos ini bisa kita gunakan untuk menyuburkan tanaman di rumah.


Coba Tanam Bahan Makanan Sendiri

Mumpung lagi di rumah saja, tentunya kita bisa memanfaatkan waktu untuk mencoba menanam bahan makanan kita sendiri langsung dari rumah. Tak punya lahan yang cukup? Jangan khawatir! Kini bahan makanan saja bisa ditanam lewat pot. 

Bahan makanan seperti sayuran hijau atau rempah daun bisa langsung ditanam dipot. Dengan menanam bahan makanan di rumah, Anda tak perlu lagi menggunakan transportasi untuk berbelanja di luar rumah. Supaya tanaman di rumah subur, tinggal kita beri nutrisi dari kompos buatan sendiri dari sampah bahan makanan, deh!


Hemat Air

Cara mengurangi carbon footprint selanjutnya adalah hemat air. Meski terdengar mudah dilakukan, namun tanpa sadar cara ini justru paling sulit dilakukan karena terhalang kebiasaan yang Anda lakukan. Misalnya menyalakan keran selama menggosok gigi atau mengisi teko air terlalu banyak. Padahal, dengan menghemat penggunaan air di rumah, kita bisa mengurangi carbon footprint rumah tangga secara signifikan. 

Jadi, mulailah bangun kebiasaan seperti mematikan keran saat menggosok gigi dan menampung air untuk mandi atau memasak air secukupnya. Dengan menghemat air, Anda bisa membantu dampak carbon footprint, yakni kekeringan karena penggunaan air yang berlebihan.

Hemat Listrik 

Selama di rumah saja, penggunaan listrik justru semakin meningkat. Makanya tak heran tagihan listrik bisa sampai menguras kantong. Selain membuat kantong menjerit, boros listrik juga menyumbang carbon footprint. Lalu, bagaimana cara menghemat listrik yang efektif? Salah satunya dengan beralih ke panel surya. Menurut penelitian, beralih ke panel surya dapat mengurangi carbon footprint secara drastis. 

Bila Anda ingin beralih menggunakan panel surya, percayakan pada SolarKita. Bersama SolarKita, Anda bisa berkonsultasi terlebih dulu mulai dari rekomendasi panel surya sampai proses instalasinya. SolarKita juga akan memantau secara rutin sistem instalasi panel surya Anda serta melakukan perawatan berkala untuk menjamin performa panel surya di rumah. Yuk, bijak dalam menggunakan listrik di rumah untuk mengurangi carbon footprint rumah tangga bersama SolarKita! Informasi selengkapnya, kunjungi website SolarKita di sini.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Mengenal Macam-macam, Penyebab, dan Upaya Mitigasi Kerusakan Iklim

Iklim dapat berubah secara terus menerus karena interaksi antara komponen-komponennya dan faktor eksternal seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, dan faktor-faktor disebabkan oleh kegiatan manusia seperti misalnya perubahan pengunaan lahan dan penggunaan bahan bakar fosil.

Suhu Bumi Semakin Panas, Apa yang Bisa kita Lakukan?

Kenaikan suhu Bumi semakin panas ini berada di atas tingkat peningkatan suhu setelah pra-era industri. Dimana rata-rata suhu global mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 1 derajat Celsius jika dibandingkan suhu tahunan sebelumnya.