Bagaimana Teknologi 5G Dapat Memajukan Keberlangsungan Bumi

Teknologi 5G adalah standar teknologi generasi kelima untuk jaringan seluler yang mulai digunakan oleh perusahaan telepon seluler tahun 2019. Teknologi 5G diramalkan akan menggantikan jaringan 4G yang saat ini menyediakan konektivitas ke hampir semua telepon seluler yang dipakai. Teknologi ini memungkinkan jenis jaringan baru yang menghubungkan hampir semua hal mulai dari mesin sampai ke sesama manusia.

Kemajuan teknologi 5G diharapkan membawa banyak dampak positif, baik untuk penggunanya langsung maupun bagi lingkungan sekitar. Dampak positif bagi lingkungan sangat diutamakan mengingat keadaan Bumi kita saat ini. Lantas, apa saja dampak positif yang teknologi 5G bisa berikan ke lingkungan? Simak pembahasannya di bawah ini.

Menghemat Pemakaian Air

Mengingat kelangkaan air bersih yang semakin menyebar di seluruh dunia, tak dapat dipungkiri bahwa dibutuhkan sistem pemakaian air baru yang tidak membuat boros air. Teknologi 5G diharapkan dapat membawa era baru sistem pemakaian air dengan terciptanya smart water monitoring atau pemantauan air yang cerdas. 

Teknologi ini diharapkan akan membantu mendeteksi kebocoran, polusi air, dan juga kontaminasi air yang mengurangi kadar air. Bukan hanya itu saja, sebuah perusahaan pertanian inovatif bernama Arable menciptakan smart water sensor yang membantu mengukur pemakaian air yang lebih efisien untuk industri agrikultur.

Mengurangi Emisi Kendaraan

Teknologi 5G diharapkan akan membantu menciptakan sistem lalu lintas yang lebih efisien. Dengan sistem yang lebih efisien, diharapkan kemacetan lalu lintas akan semakin berkurang. Tingkat kemacetan yang berkurang akan mengarah ke tingkat emisi kendaraan yang berkurang.

Sebuah perusahan teknologi bernama Metro21 mengeluarkan produk yang disebut Surtrac yang merupakan sistem kontrol sinyal lalu lintas yang berfungsi untuk merespon kondisi lalu lintas secara real time. Dilaporkan bahwa penerapan Surtrac membantu mengurangi emisi kendaraan sebanyak 20%. Teknologi 5G tentunya diharapkan membantu produk seperti Surtrac bekerja lebih efisien lagi di jaringan yang lebih cepat.

Optimalisasi Penggunaan Energi

Standar internasional mengharapkan 5G menggunakan energi yang lebih sedikit dari 4G untuk dioperasikan. Hal ini berarti penggunaan daya yang lebih sedikit saat mentransmisikan lebih banyak data. Sebagai contoh, saat ini dibutuhkan 1 kWh listrik untuk mengunduh 300 film definisi tinggi dengan 4G. Kedepannya diharapkan dengan teknologi 5G, 1 kWh listrik bisa dipakai untuk mengunduh 5.000 film definisi ultra tinggi. 

Mengurangi Limbah Rumah Tangga

Datangnya teknologi 5G diharapkan akan mengurangi limbah rumah tangga berupa sampah makanan. Organisasi Pangan dan Pertanian dari PBB atau FAO mengatakan bahwa makanan yang diproduksi untuk konsumsi penduduk dunia terbuang percuma hingga 40% setiap tahunnya. 

Teknologi 5G ke depannya akan membantu dari sisi agrikultur dan juga setelah hasil pertanian siap dipanen, akan membantu menjaga kesegaran dan kelayakan hasil panen. Caranya dengan mengembangkan sensor baru yang bertujuan untuk mendeteksi kesegaran makanan agar tidak ada makanan yang terbuang percuma karena melebihi tanggal kadaluarsa.

Bagaimana Membuat 5G Lebih Sustainable?

Saat ini sudah ada beberapa strategi yang diharapkan membuat 5G lebih sustainable. Beberapa strategi tersebut adalah:

  1. Dekarbonisasi

Karena 5G akan memakai banyak daya listrik, maka sangat penting untuk dekarbonisasi sistem listrik. Hal ini berarti mengganti bahan bakar fosil dengan renewable energy dan meningkatkan fleksibilitas dan penyimpanan jaringan.

  1. Pendauran ulang bahan beracun

Racun limbah elektronik menjadi hal yang paling dikhawatirkan dalam pengembangan teknologi 5G. Telepon genggam yang digunakan sekarang mengandung logam tanah langka yang harusnya bisa digunakan kembali untuk membuat telepon baru saat yang lama sudah rusak. Perusahaan elektronik dianjurkan untuk lebih banyak menerapkan sistem tukar handphone seperti yang Apple lakukan sekarang.

  1. Berbagi jaringan

Hal yang dimaksud dengan berbagi jaringan adalah beberapa perusahaan sekiranya berbagi jaringan infrastruktur 5G agar memangkas 30% biaya.

Kapan 5G Hadir di Indonesia?

PT. XL Axiata Tbk. Meramalkan bahwa teknologi 5G baru bisa hadir di Indonesia paling cepat sekitar tahun 2023-2025. Hal ini karena di Indonesia masih berupaya meningkatkan daya jaringan 4G dibanding memulai upaya menghadirkan teknologi 5G di Indonesia, walaupun 5G dinilai akan memberikan kapasitas dan kecepatan transmisi data yang jauh lebih tinggi.

Pada akhirnya, teknologi 5G diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan jaringannya yang lebih cepat dan tanpa hambatan. Salah satunya adalah perkembangan teknologi panel surya. Saat ini panel surya sudah bisa diawasi melalui aplikasi secara real time.
SolarKita menghadirkan panel surya yang membantu Anda menghemat energi dan salah satu keunggulannya adalah pengawasan secara live melalui laman SolarKita. Jaringan 5G yang lebih cepat dan efisien diharapkan akan membantu Anda mengawasi kinerja panel surya di properti Anda kapanpun dan dimanapun. Untuk lebih jelasnya, kunjungi laman SolarKita!

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts