6 Negara dengan Pemanfaatan Energi Surya Terbesar

Perubahan iklim global yang semakin ekstrim mendorong kita semua untuk mencari alternatif sumber energi yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif sumber energi yang sekarang paling banyak diminati adalah energi surya. Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang melimpah dan bebas emisi.

Beberapa negara sudah mulai melakukan transisi skala besar ke energi surya. Negara-negara tersebut berbondong-bondong berusaha untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan energi surya. Di antara banyaknya negara yang sudah mulai memakai energi surya, berikut enam negara yang memiliki pemanfaatan energi surya terbesar di dunia.

Tiongkok

Sebagai negara yang memiliki populasi terbanyak di dunia dan juga jejak karbon tertinggi, Tiongkok merupakan negara yang paling banyak menggunakan panel surya untuk menggantikan bahan bakar fosil. Berdasarkan pernyataan dari pemerintah Tiongkok, kapasitas energi surya yang sudah ada sebesar 205,2 GW per laporan terakhir di 2019.

Sebagian besar panel surya sudah dipasang di daerah-daerah terpencil di Tiongkok di mana bisa ditemukan banyak pembangkit tenaga energi surya. Pembangkit tenaga energi surya atau solar farm terbesar di Tiongkok terletak di Huanghee Hydropower Solar Park di provinsi Qinghai.

Meningkatnya kebutuhan energi surya di Tiongkok disebabkan oleh krisis polusi udara yang kian buruk dan juga menurunnya pasokan listrik. Demi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, pemerintah Tiongkok memberikan insentif pada banyak lembaga keuangan agar pemasangan dan pemakaian panel surya makin diminati.

Amerika Serikat

Negara berikutnya yang memanfaatkan energi surya paling banyak adalah Amerika Serikat. Pemerintah mengharapkan Amerika Serikat akan sepenuhnya mengandalkan energi surya di tahun 2035. Di antara 50 negara bagian, California, Texas, dan Florida merupakan tiga negara bagian yang paling aktif dalam menerapkan penggunaan energi surya di pasar domestik.

Meningkatnya pemasangan panel surya ini didukung oleh insentif yang diberikan oleh pemerintah setempat, terutama perihal pemasangan panel surya di sektor perumahan. Pemerintah juga memberikan kredit pajak bagi perusahaan besar yang menggunakan energi surya untuk masing-masing operasional.

Jepang

Semenjak bencana mematikan di PLTN Fukushima pada tahun 2011, Negeri Matahari Terbit ini semakin berkomitmen untuk mempergunakan energi surya. Dikarenakan lahan yang sempit, Jepang tidak bisa terlalu banyak membangun solar farm. Saat ini, Jepang menggunakan lapangan golf terbengkalai dari tahun 1980an untuk membangun pembangkit tenaga energi surya.

Saat kehabisan lahan untuk pemasangan panel surya, negara kepulauan ini pun sampai menciptakan “floating solar islands” atau pulau buatan yang berisi panel surya tahan air. Selain itu, pemerintah Jepang juga memberikan insentif lebih berupa biaya pemasangan panel surya gratis di rumah masing-masing penduduk.

India

Peringkat empat bagi negara dengan pemanfaatan energi surya terbesar adalah India. Sebagai penghasil emisi karbon terbesar ketiga di dunia, India diharapkan untuk mulai berpindah dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan seperti energi surya. Hampir sama dengan Tiongkok, krisis polusi udara di India semakin memburuk dikarenakan emisi kendaraan yang kian meningkat. Oleh karena itu, pemerintah India gencar mengkampanyekan transisi dari bahan bakar fosil ke energi surya.

Vietnam

Vietnam merupakan satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar ini. Berbeda dengan India dan Tiongkok yang berganti ke energi surya karena polusi udara, keberhasilan Vietnam dalam implementasi energi surya didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendukung investasi energi surya. Pemerintah Vietnam mengizinkan produsen energi surya untuk mendistribusikan sumber energi ini di atas harga pasar. Berkat kebijakan ini, instalasi panel surya meningkat sampai lima kali lebih banyak dari yang semula diproyeksikan.

Jerman

Terakhir, Jerman menduduki peringkat keenam negara dengan pemanfaatan energi surya terbesar dan menjadi satu-satunya negara dari Eropa yang masuk ke dalam daftar ini. Berbeda dengan negara-negara di peringkat atas, panel surya di Jerman justru lebih banyak dipasang di perumahan penduduk dibandingkan lahan pembangkit tenaga surya khusus. Hal ini didukung oleh program pemerintah yang memberikan insentif bagi penduduk yang menghasilkan energi surya lebih dari panel surya di rumahnya.

Nah, setelah membaca artikel di atas, apakah Anda terinspirasi untuk mengikuti jejak negara-negara seperti Vietnam dan Jerman dalam menggunakan energi surya? Jika ya, Anda perlu tahu bahwa PLN juga memberikan insentif bagi penduduk Indonesia yang memasang panel surya di kediaman pribadi.
SolarKita bekerja sama dengan PLN menghadirkan program insentif bernama Meter Ekspor-Impor (EXIM) di mana panel surya SolarKita akan mengirim surplus listrik yang dihasilkan ke jaringan PLN. Kemudian, surplus tersebut akan dicatat sebagai kredit yang dijadikan pengurangan tagihan listrik Anda di bulan depannya. Bagaimana? Menarik, bukan? Yuk, kunjungi laman SolarKita sekarang dan dapatkan panel surya untuk rumah Anda.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Mengenal Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya On-Grid

Pemanfaatan sinar matahari untuk menjadi listrik tentu dapat dilakukan melalui berbagai cara dan sistem kerja. Melalui sistem plts atap on-grid anda bisa mendapatkan banyak manfaat serta kelebihan dalam mendapatkan listrik alternatif.