Potensi Energi Terbarukan Untuk Mendorong Pertanian Indonesia

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki banyak potensi di bidang pertanian untuk mendukung ketahanan pangan maupun kondisi ekonomi. Untuk menjalani kegiatan pertanian, tentunya para petani membutuhkan energi untuk mempercepat prosesnya. Sejauh ini, masih banyak yang bergantung pada sumber energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Padahal sebenarnya sektor pertanian bisa memanfaatkan energi terbarukan untuk memperlancar tahapan pertanian, yang bisa kita sebut sustainable farming atau pertanian berkelanjutan.

Kenapa menggunakan energi terbarukan? Mungkin Anda sudah memahami bahwa energi fosil tidak dapat diperbaharui dan ada kemungkinan bisa habis dalam waktu dekat mengingat permintaan energi kini semakin meningkat. Emisi yang dihasilkan energi terbarukan pun lebih sedikit dibandingkan energi fosil, sehingga mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Lebih dari itu, penggunaan sumber energi terbarukan dalam proses produksi pertanian tidak hanya akan memecahkan masalah kelangkaan energi tetapi juga menjamin ketahanan pangan.

Lalu, energi apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian di Indonesia? Dengan banyaknya potensi energi terbarukan, Indonesia dapat memanfaatkan berbagai sumber seperti berikut

Energi Surya

Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, yaitu 4,80 kWh/m2 per harinya. Kita dapat memanfaatkan potensi ini untuk melancarkan kegiatan pertanian. Adapun teknologi yang dibutuhkan yaitu Solar Photovoltaics (Solar PV) yang bisa mengubah radiasi cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan dari Solar PV dapat digunakan untuk menjalankan mesin pertanian, penerangan, pemompaan air pada proses produksi pertanian.

Wujud pemanfaatan energi surya juga terdapat pada Solar Green House atau rumah kaca. Tujuannya yaitu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi di luar musim panen. Caranya yaitu dengan mempertahankan suhu optimal di setiap tahap panen. Sistem pemanasan (atau pendinginan) yang tepat dibuat dalam rumah kaca ini. Hasilnya dapat terlihat pada kualitas dan kuantitas tanaman produk saat panen.

Energi Angin

Potensi energi angin di Indonesia pun cukup besar, yaitu mencapai 75.091 Megawatt (MW). Tenaga angin juga dapat menghasilkan listrik dengan turbin angin yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin untuk  kegiatan pertanian seperti pompa dan peralatan bertani lainnya. Dari turbin angin, pompa air dapat secara langsung dijalankan dengan putaran bilah turbin.

Energi Mini dan Mikro hidro

Energi ini berasal dari aliran alami air. Indonesia juga memiliki potensi yang besar pada energi hidro yaitu 450 MW.  Jumlah energi yang dihasilkan tergantung pada aliran airnya. Pada aliran sungai kecil, energi mikro dan mini Hidro untuk menggerakkan kabin turbin tetap bervariasi dari 5 KW hingga 500 KW dan sistem semacam itu menghasilkan listrik yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin pertanian dan pompa air.

Energi Biomassa

Energi biomassa bersumber dari bahan yang berasal dari sumber biologis. Limbah yang dihasilkan dalam proses pertanian dapat menjadi energi biomassa untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan pangan. Bioenergi dapat berupa bahan bakar (biogas, bioetanol, biodiesel) yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin pertanian, traktor, dan pompa.

Semua sumber energi terbarukan yang dijelaskan di atas dapat membantu proses dari pengolahan tanah, tahapan pasca panen, pengolahan pangan hingga proses pengolahan limbah. Biaya proses tersebut dapat ditekan jika sektor pertanian mulai menggunakan energi terbarukan. Dengan biaya yang lebih sedikit, peningkatan produksi tetap bisa meningkat sehingga ketahanan pangan tetap terjamin.  

Penggunaan energi terbarukan memang membutuhkan biaya yang cukup besar di awal, tetapi seterusnya hanya perlu biaya perawatan saja. Dengan investasi yang besar di awal, hasil yang didapatkan nantinya pun akan besar.

Kesempatan ini sudah mulai kita rasakan sejak pertengahan 2020. Dikutip dari antaranews.com, dengan hasil panen yang meningkat dan biaya produksi yang minimal, maka akan mendukung upaya menjaga kestabilan ketersediaan pangan di Indonesia.

Di samping itu, penerapan energi terbarukan pada bidang pertanian juga dapat mendukung pemenuhan target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen dari energi nasional pada tahun 2025. Kini, yang terpenting adalah bagaimana memulainya. Bisa dengan mulai mensosialisasikan topik energi terbarukan agar bisa dipahami masyarakat luas.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Kenapa PLTS?

Indonesia adalah negara yang di dominasi Pembangkit Listrik Bahan Bakar Fosil, 88% sumber energi listrik kita datang dari

Sebelum Pasang Panel Surya, Perhatikan 3 Hal Ini

Panel Surya merupakan investasi jangka panjang yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan anda di rumah, Tidak seperti sumber listrik pada umumnya, dengan Panel Surya anda dapat memproduksi listrik secara mandiri di rumah.