Indonesia Punya Panel Surya Terbesar di Asia Tenggara

Kita patut berbangga karena Indonesia punya Panel Surya terbesar di Asia Tenggara. Proyek ini dilancarkan oleh Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia dengan pemasangan Panel Surya seluas 72 ribu meter persegi di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Panel Surya ini pun dinobatkan menjadi yang terbesar nomor 2 di Asia Pasifik dan nomor 4 di dunia.

Pembangunan Panel Surya berkapasitas 7,13 MegaWatt (MW) ini dianggap sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025, serta 31 persen pada tahun 2050. Untuk itu, dilansir dari cnnindonesia.com, proyek ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.

Perusahaan CCA Indonesia sendiri pun memiliki tujuan dari pembangunan PLTS ini, yaitu mengupayakan penekanan emisi gas rumah kaca. Dari proyek yang menghabiskan investasi sampai Rp87 miliar itu, target emisi gas yang bisa ditekan yaitu 29 persen atau setara dengan 34 juta ton karbondioksida pada tahun 2030.

Tapi, tahukah Anda? Proyek Panel Surya lainnya di Indonesia juga sudah mulai dibangun demi memenuhi target energi bauran. Apa saja proyeknya? Simak tulisan ini lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Indonesia Akan Memiliki Panel Surya Terbesar Lainnya

Selain kabar baik ini, ada kabar baik lainnya datang dari bidang energi terbarukan. Tahun ini, proyek PLTS terapung berkapasitas 145 MW di Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mulai dibangun.  Proyek ini dibangun dengan kerja sama antar perusahaan yaitu anak perusahaan PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB), PT pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan anak usaha Mubadala Investment Company, Masdar, yang merupakan perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Kapasitas proyek PLTS yang lebih besar dari milik CCA Indonesia ini diproyeksikan akan menjadi Panel Surya terbesar di Asia Tenggara.  Proyek tersebut dikatakan menjadi bagian dari upaya menggali potensi energi surya di Indonesia yang mencapai 207 gigawatt (GW). Sementara, pemanfaatan energi surya di Indonesia kini baru mencapai 150 megawatt (MW). Tentu perjalanan yang panjang bagi Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan jenis surya.

PLTS di Atas Perairan Pertama di Indonesia

Proyek PLTS terapung di Waduk Cirata ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. PLTS terapung sendiri merupakan model PLTS terpusat yang diletakkan terapung di atas air. Pemasangan PLTS di atas air memberikan keuntungan bagi lingkungan yaitu dengan mengurangi pertumbuhan alga yang biasanya  berada di atas air. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan proyek tersebut, yaitu menyelamatkan lingkungan.

Kedepannya, Pemda Provinsi Jabar berkomitmen melaksanakan “Green Productivity” sehingga akan hadir pembangunan yang berwawasan lingkungan demi menuju pertumbuhan ramah lingkungan atau “Green Growth in West Java

Pembangunan PLTS Cirata ini merupakan salah satu dari 16 kerja sama yang telah disepakati antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA). Kementerian ESDM pun sudah memetakan pemanfaatan energi surya sampai dengan tahun 2024. Dimulainya proyek ini juga diharapkan menginspirasi perusahaan besar lainnya untuk kontribusi dalam pemanfaatan energi terbarukan khususnya energi surya.

Dengan mulai berkembangnya pembangunan PLTS, target pemerintah dalam memenuhi target bauran energi sedikit demi sedikit mulai terpenuhi. Pemerintah juga sudah menargetkan beberapa klaster potensi di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sektor pertambangan, sektor wisata, sektor perikanan, PLTS atap, PLTS terapung, dan sektor lain dengan kapasitas total mencapai 2,1 GW.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Perawatan Panel Surya

Perawatan dan pembersihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara rutin sangatlah diperlukan untuk memastikan kinerja PLTS selalu dalam