Bukti Nyata Energi Surya Berhasil Atasi Kemiskinan di Dunia

Krisis energi menjadi permasalahan negara miskin dan berkembang sehingga menyebabkan penduduk sulit mendapatkan akses listrik. Dikutip dari Bank Dunia (World Bank), sebanyak 1,1 miliar orang di dunia tidak mendapatkan akses untuk listrik. Salah satu contoh negara yang memiliki kesulitan mendapatkan listrik yaitu Liberia. Hanya sebesar 2% penduduknya yang memiliki akses listrik. Adapun satu dari tiga negara berkembang mengalami setidaknya 20 jam pemadaman listrik dalam sebulan.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, dalam tulisannya di blog Bank Dunia mengatakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah satu-satunya cara paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Ini dikarenakan sebagian besar kegiatan ekonomi tidak mungkin terjadi tanpa energi yang memadai.

Tahukah Anda? International Energy Association (IEA) mengatakan bahwa di negara-negara berpenghasilan tinggi, efisiensi energi menjadi sumber energi terbesar. Untuk mencapai efisiensi energi tersebut, perlu adanya pemanfaatan energi terbarukan.

Energi terbarukan jenis surya dapat menjadi pilihan yang tepat untuk biaya yang rendah dan daya berkelanjutan, dikutip dari Borgen Magazine. Pernyataan ini didukung dengan bukti bahwa Energi Surya membawa perubahan terhadap kemiskinan di beberapa negara miskin dan berkembang. Apa saja perubahan yang diberikan oleh Energi Surya? Yuk, simak terus tulisan ini untuk mengetahuinya!

Organisasi The Honnold Foundation Berhasil Bantu Memasok Listrik di Negara Berkembang

Pemanjat tebing yang cukup dikenal di dunia, Alex Honnold, mendirikan Honnold Foundation, sebuah organisasi yang memajukan Energi Surya di dunia. Dikutip dari Borgen Magazine, fokus dari organisasi ini yaitu memfasilitasi jaringan Energi Surya di negara berkembang sebagai cara untuk mengimbangi emisi dan membantu negara keluar dari kemiskinan.

Salah satu kontribusi yang diberikan organisasi ini yaitu membantu pengusaha lokal untuk mengambil alih upaya perluasan Energi Surya di area terdekatnya sehingga sumber energi mudah terjangkau untuk menguatkan ekonomi lokal.

The Honnold Foundation juga mengalokasikan dana untuk memberikan hibah guna membantu organisasi lain sebagai “mitra”. Pada Mei 2020 lalu, Honnold Foundation memberikan daftar penerima dana hibah yaitu organisasi di Kamboja, Indonesia, Ekuador, Brasil, Guatemala, Kepulauan Solomon dan Meksiko. Hasilnya, dana hibah ini membantu warga di Ekuador pergi bekerja menggunakan kano tenaga surya tanpa mencemari sungai setempat. Lalu, The Lake Clinic di Kamboja juga dapat menyediakan layanan kesehatan dengan teknologi medis bertenaga surya.

Negara China Berhasil Menurukan Angka Kemiskinan

Dalam rangka mengurangi angka kemiskinan, China menunjukkan kemajuan yang pesat. Pada tahun 2000, lebih dari 40% penduduk China hidup di bawah garis kemiskinan internasional. Angka kemiskinan tersebut menurun hingga 11,2% pada tahun 2010. Per tahun 2020, kurang dari 1% populasi yang berada di bawah garis kemiskinan.

Strategi untuk mencapai transformasi tersebut yaitu dengan pembangunan nasional. Melalui pendekatan prioritas bantuan untuk orang miskin, mengarahkan sumber daya ke pengukuran dan pengentasan kemiskinan individu, rumah tangga dan komunitas, China berhasil menurunkan tingkat kemiskinan. Salah satu program yang dimiliki yaitu Solar Energy for Poverty Alleviation Program (SEPAP), program mengurangi angka kemiskinan dengan tujuan menambah lebih dari 10 GW kapasitas surya untuk memberi manfaat pada lebih dari 2 juta warga.

Sejak 2013, program SEPAP sudah mulai dijalankan. Program ini dapat mengurangi angka kemiskinan dengan memberikan pengaruh lebih dari dua kali lipat. Efek pengentasan kemiskinan pun lebih kuat di daerah miskin, terutama di Cina Timur.

Layanan Kesehatan di Yaman Berhasil Berfungsi Kembali

Sudah lima tahun konflik negara di Yaman menyebabkan layanan kesehatan masyarakat memburuk secara signifikan. Hanya setengah dari fasilitas kesehatan yang dapat berfungsi dikarenakan pemadaman listrik jangka panjang. Akibatnya, Yaman kesulitan memberikan perawatan kesehatan yang sesuai dengan standar kepada warganya.

Berangkat dari masalah tersebut, Bank Dunia mulai memasang sistem Energi Surya di daerah yang sulit dijangkau melalui Yemen Emergency Electricity Access Project. Hasilnya, jutaan warga Yaman memiliki akses ke fasilitas kesehatan, terutama di daerah pedesaan. Wanita miskin dan rentan di daerah terpencil umumnya kecil kemungkinannya untuk menerima perawatan kesehatan yang memadai, khususnya kehamilan. Berkat proyek ini, masalah tersebut dipastikan tidak terjadi lagi. 

Salah satu rumah sakit di Yaman, RS Al-Salam di Gubernuran Lahj sempat ditutup setelah dimulainya perang. Melalui proyek yang dijalankan Bank Dunia tersebut, tahun lalu rumah sakit ini menerima instalasi Panel Surya dan dapat menerima pasien lagi. Listrik tidak menjadi masalah lagi di sana.

Selain pelayanan kesehatan, proyek tersebut juta berhasil membantu sekolah dan fasilitas umum lainnya mendapatkan akses air bersih, penerangan, dan layanan lainnya.

Nelayan di Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa Berhasil Kurangi Biaya Pengisian Aki

Untuk menjalankan perahu yang dimiliki nelayan di pesisir pantai utara Lamongan, diperlukan energi untuk menghidupkan aki, sumber energi utama listrik perahu. Para nelayan mulai memakai Panel Surya dalam mendapatkan sumber energi untuk aki tersebut.

Dikutip dari situs Mongabay, sebelumnya nelayan di sana bergantung pada listrik PLN. Penyetruman aki dikenakan biaya Rp15 ribu. Masalahnya tidak hanya di biaya saja, tapi daya yang diberikan cepat habis dan aki dapat cepat rusak karena sering bongkar pasang.

Dengan penggunaan Panel Surya, para nelayan tidak perlu lagi bongkar pasang aki untuk penyetruman. Dengan modal awal sekitar Rp 2 juta, aki yang digunakan untuk menyimpan energi surya ini dapat sampai 70 ampere. Tidak ada lagi kehabisan daya untuk lampu penerangan yang dipasang di perahu saat melaut di malam hari. Pemasangannya pun relatif mudah dengan harganya yang makin murah karena banyak toko yang menjual.

Itulah 4 bukti nyata bahwa energi surya dapat mengatasi kemiskinan. Sampai sekarang, energi fosil masih mendominasi sebagai sumber energi utama di dunia Padahal, energi fosil lebih banyak menguntungkan orang kaya dibandingkan orang miskin karena biaya subsidi yang mahal. Selain itu, emisi yang dihasilkan dapat merusak lingkungan hingga mengancam nyawa manusia. Setelah membaca tulisan ini, menurut Anda, apakah negara di dunia harus memanfaatkan energi surya secepatnya? 

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Potensi Energi Terbarukan Untuk Mendorong Pertanian Indonesia

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki banyak potensi di bidang pertanian untuk mendukung ketahanan pangan maupun kondisi ekonomi. Untuk menjalani kegiatan pertanian, tentunya para petani membutuhkan energi untuk mempercepat prosesnya. Apa saja peran energi terbarukan untuk membantu sektor pertanian?