6 Teknologi yang Sudah Memanfaatkan Energi Matahari

Menghasilkan dua jenis energi, tidak heran kalau Matahari dianggap sebagai salah satu sumber energi terbesar bagi kehidupan di Bumi. Walau di Indonesia sendiri energi matahari belum umum digunakan, nyatanya perkembangannya sudah cukup pesat. 

Terbukti dari banyaknya inovasi teknologi yang mulai memanfaatkan sumber energi besar ini. Bukan tidak mungkin kalau beberapa tahun ke depan, Indonesia juga akan mengejar ketertinggalannya dari segi penggunaan energi baru terbarukan. Ini beberapa teknologi yang sudah memanfaatkan energi matahari.

Listrik dari energi matahari

Inovasi pertama sudah pasti adalah listrik yang memanfaatkan sumber energi raksasa dari matahari. Listrik tenaga surya ini dikenal sebagai energi yang jauh lebih efisien dibanding sumber tenaga listrik lainnya dan tentunya jauh lebih hemat.

Untuk penggunaan listrik tenaga surya ini, biasanya akan dipasangkan panel surya untuk menghasilkan tenaga listrik. Instalasi panel surya juga dilakukan bergantung pada kebutuhan. Kebutuhan instalasi panel surya di perumahan jelas akan berbeda dengan kebutuhan instalasi panel surya untuk gedung.

Pemanas air

Dengan menggunakan kolektor logam berbentuk plat datar yang berwarna hitam serta kombinasi pipa logam yang menghadap ke arah matahari, Anda dapat menikmati teknologi pemanas air bertenaga surya. Pemanas air yang sumber energi panasnya datang dari matahari yang bersinar terik.

Kolektor plat logam tadi akan menyerap radiasi panas dari matahari. Energi panas ini kemudian akan dihantarkan ke air yang bersirkulasi di dalam pipa. Air panas ini kemudian akan diteruskan ke tangka simpan melalui pipa logam. Cara kerja pemanas air tenaga surya ini umum ditemukan di hotel, wisma, rumah sakit, dan banyak tempat lainnya.

Lampu solar

Seperti namanya, lampu solar menyala terang dengan memanfaatkan energi matahari. Jika Anda memperhatikan dengan baik, lampu solar bisa dengan mudah diidentifikasi. Ini karena adanya panel surya yang diintegrasikan dengan lampu tersebut.

Lampu solar ini tidak hanya dibuat untuk lampu dalam ruangan, tetapi juga lampu jalan. Panel akan menyerap energi matahari selama siang hari untuk dikonversi menjadi energi dan disimpan. Lampu kemudian akan menyala di malam hari dengan menggunakan energi yang sudah disimpan tadi.

Solar skin

Teknologi energi matahari yang satu ini bisa dibilang cukup baru. Pertama kali dibuat oleh Sistine Solar yang kemudian diproduksi oleh MIT-spin-off dengan sistem integrasi. Bagi Anda yang belum tahu apa itu solar skin, secara singkat  solar skin adalah panel surya yang dilapisi skin dengan art design atau gambar lainnya.

Beberapa solar skin ini dibangun di pinggiran jalan untuk menyerap energi matahari. Ditambah dengan teknologi filtrasi cahaya selektif, panel dapat menampilkan motion tertentu. Motion ini bisa disesuaikan untuk keperluan iklan yang menarik perhatian.

Jalan bertenaga matahari

Apa jadinya jika jalanan yang Anda lalui dengan kendaraan sehari-harinya kini mengadaptasi teknologi dari energi matahari? Anda dapat menikmati jalanan yang menghasilkan energi bersih, memiliki kemampuan untuk menerangi lampu jalanan saat malam hari, sampai mencairkan salju dan es di atas jalan untuk negara yang memiliki musim dingin.

Teknologi ini menyertakan penggunaan panel surya, sistem jam surya, deteksi suhu, hingga metode deteksi kendaraan. Sangat menjanjikan memang, tetapi teknologi ini masih dalam tahap penyempurnaan untuk memastikan panel dalam keadaan aman meski banyak kendaraan yang melintas.

Distilasi air

Teknologi lainnya yang juga memanfaatkan energi matahari adalah distilasi air. Inovasi ini benar-benar jadi kabar baik, khususnya di daerah yang kering dan kerap mengalami kelangkaan air bersih. 

Dengan memanfaatkan sinar matahari yang terik di daerah seperti ini, distilasi air mampu menyuling air garam menjadi air bersih. Alhasil, air bisa digunakan untuk mandi bahkan aman untuk dikonsumsi sehari-harinya. 

Radiasi panas matahari berkontribusi banyak untuk melakukan penguapan air dari air garam. Begitu radiasi melewati panel, radiasi akan diubah jadi panas. Panas akan membuat air menguap, memisahkannya dari garam. Ini adalah proses kondensasi sederhana untuk menghasilkan air bersih itu sendiri.

Beberapa teknologi yang memanfaatkan energi matahari ini juga sudah ada yang diterapkan di Indonesia, walau masih terbilang jarang. Jadi, tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk menerapkan penggunaan energi baru terbarukan ini.

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Potensi Energi Terbarukan Untuk Mendorong Pertanian Indonesia

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki banyak potensi di bidang pertanian untuk mendukung ketahanan pangan maupun kondisi ekonomi. Untuk menjalani kegiatan pertanian, tentunya para petani membutuhkan energi untuk mempercepat prosesnya. Apa saja peran energi terbarukan untuk membantu sektor pertanian?