Generasi Milenial dalam Akselerasi Energi Terbarukan

Implementasi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia tidak akan berhasil dilakukan tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya generasi milenial. Bersama gen Z, generasi milenial kini mendominasi komposisi penduduk di Indonesia. Sebagai kelompok usia produktif yang lahir pada 1981-1996, peran generasi milenial sangatlah penting dalam akselerasi EBT, terutama pada masa transisi dari energi fosil saat ini.

Sebetulnya, generasi milenial bukannya tidak peduli akan isu EBT di Indonesia. Sejumlah tokoh bahkan tidak segan menyuarakan dukungan mereka terhadap EBT. Tidak berhenti sampai situ, berbagai startup di bidang EBT yang digagas generasi milenial juga mulai bermunculan. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui lebih jauh tentang partisipasi generasi milenial dalam akselerasi EBT di Indonesia.

Generasi milenial sadar akan pentingnya penggunaan EBT

Walau mungkin saat ini mayoritas generasi milenial hanya menjadi konsumen EBT, beberapa tahun lagi mereka akan berada pada posisi yang cukup menentukan. Contohnya pelaku industri, pengusaha, hingga bahkan pemangku kebijakan. Itulah mengapa pemerintah Indonesia aktif mengajak generasi milenial untuk terlibat aktif dalam penggunaan dan pemanfaatan EBT.

Generasi milenial pun bukannya tidak menyadari hal tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan IESR terhadap anak muda di Jabodetabek dan Surabaya, kaum milenial sebagai objek survei berpendapat bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam pengembangan EBT. Mereka bahkan rela mengeluarkan lebih banyak uang untuk membayar listrik yang bersumber dari energi bersih.

Milenial yang sudah aktif menyuarakan EBT

Sudah ada beberapa anak muda dari generasi milenial yang aktif menyuarakan isu EBT di Indonesia. Salah satunya Hangga Yudha Widya Putra atau akrab disapa Hangga. Setelah lulus S2 dari New York University dengan mengambil studi Energy and Environmental Policy, Hangga kembali ke Indonesia untuk merintis karier di bidang energi dan lingkungan.

Menariknya, ia justru mengambil jurusan Ekonomi saat menempuh kuliah S1 di Michigan University. Menurut Hangga, ekonomi kuat mampu membantu negara memproduksi energi baik sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. Dilandasi passion kuat di bidang energi dan lingkungan, Hangga pun aktif melakukan peran generasi milenial dengan terlibat di sejumlah organisasi, salah satunya sebagai Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Rumah Millennials.

Selain Hangga, ada pula Andre Susanto, pendiri perusahaan PT Inovasi Dinamika Pratama yang khusus bergerak di bidang EBT. Berkat program pengembangan ekonomi pedesaan berkelanjutan (sustainable rural economic) berbasis EBT yang dilakukan, perusahaan tersebut menerima penghargaan internasional Energy Globe Award pada 2020 lalu.

Bersama tim, Andre menjalankan lima proyek yang fokus pada implementasi pompa air bertenaga surya di sebuah desa terpencil dan smart microgrid di tiga sekolah terpencil. Tidak hanya itu, mereka juga melatih masyarakat setempat untuk mengoperasikan mini grid solar fotovoltaik PV. Proyek ini pun sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat program kelistrikan di 2.500 desa terpencil yang akses listriknya masih terbatas.

Peran startup dan milenial dalam awareness dan perkembangan EBT

Hangga dan Andre menjadi contoh nyata bahwa peran generasi milenial dalam akselerasi EBT sama sekali tidak mustahil diwujudkan. Terlebih, saat ini startup di bidang EBT mulai bermunculan sehingga semakin mempermudah generasi milenial untuk terjun langsung ke bidang ini. Startup SolarKita, misalnya, hadir menyediakan panel surya yang dapat dipasang di atap rumah Anda.

Hal tersebut pun dapat membantu meningkatkan porsi bauran EBT sebagai energi primer yang ditargetkan mencapai 23% pada 2025 nanti. Mengingat karakteristik generasi milenial yang cenderung tech-savvy, berkecimpung di bidang EBT melalui startup dapat menjadi opsi tepat dan menarik. Sejumlah cara lain yang menurut Menteri ESDM, Arifin Tasrif, juga bisa dilakukan generasi milenial untuk terlibat langsung dalam akselerasi EBT adalah:

  1. Terlibat langsung dengan ikut menggunakan atau menerapkan EBT.
  2. Melakukan sosialisasi pentingnya EBT dalam mendukung ketahanan energi.
  3. Menciptakan berbagai inovasi di bidang EBT yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
  4. Memanfaatkan limbah menjadi berkah, contohnya dengan pembuatan biogas atau briket biomassa.
  5. Memanfaatkan potensi tanaman setempat menjadi bahan bakar, misalnya membuat bioetanol dari tanaman sagu.
  6. Pendampingan untuk masyarakat dalam pengembangan EBT.
  7. Mengembangkan startup, internet, atau teknologi digital untuk membuat aplikasi penghematan energi atau inovasi serupa lainnya.

Peran generasi milenial dalam akselerasi EBT di Indonesia mungkin belum sebesar yang diharapkan. Namun, dengan tingkat kesadaran yang sudah cukup tinggi, bukan hal mustahil jika perlahan akan ada semakin banyak generasi milenial yang berpartisipasi langsung di bidang satu ini. Tidak harus langsung melakukan hal besar, kita bisa sama-sama mulai dengan menggunakan energi secara bijak. Sudahkah Anda menerapkannya?

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts

Suhu Bumi Semakin Panas, Apa yang Bisa kita Lakukan?

Kenaikan suhu Bumi semakin panas ini berada di atas tingkat peningkatan suhu setelah pra-era industri. Dimana rata-rata suhu global mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 1 derajat Celsius jika dibandingkan suhu tahunan sebelumnya.