Peraturan Pemerintah

Peraturan mengenai penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Secara garis besar, ada tiga poin utama yang menjadi sasaran peraturan tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut:

 

Izin Pemasangan

Dalam peraturan yang sudah dibuat mengharuskan pelanggan PLN izin terlebih dahulu kepada pihak PLN jika ingin melakukan pemasangan PLTS atap. Setelah izin diberikan, baru Anda dapat melakukan pemasangan PLTS Atap yang dibantu oleh perusahaan penyedia PLTS yang telah tersertifikasi oleh Kementerian ESDM. Setelah Anda melakukan pemasangan PLTS, Anda diwajibkan untuk membuat Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Anda diharuskan untuk melapor lagi ke PLN untuk permintaan aktifasi Meter expor-impor (Exim)

 

Kapasitas Pemasangan

Kedua, sorotan dalam peraturan yang dikeluarkan Kementerian ESDM di atas adalah mengenai kapasitas pemasangan PLTS.  Berdasarkan peraturan yang ada, pengguna PLTS hanya dapat memasang kapasitas PLTS maksimal sebesar daya listrik rumah terpasang. Sebagai contoh; jika daya listrik rumah Anda 5,500 VA maka kapasitas PLTS yang dapat dipasang juga 5,500 Watt Peak, tidak boleh lebih, boleh dibawah. 

 

Meter Expor-Impor PLN

Di peraturan ini pun juga dijelaskan bahwa kita sebagai pengguna PLTS Atap dapat mengirim listrik PLTS kita yang tidak terpakai kepada PLN. Caranya adalah kita diwajibkan mengganti meteran rumah kita menjadi meteran Expor-Impor (Exim). Meter Exim ini berfungsi untuk mencatat berapa listrik yang kita expor (Kirim) ke PLN dan berapa yang kita impor (Beli) dari PLN. Listrik yang kita expor ke PLN akan dijadikan kredit oleh PLN dan akan mengurangi total tagihan listrik kita. Meter exim ini hanya berlaku untuk jenis pembayaran pascabayar. Sehingga, jika Anda menggunakan meter prabayar (Token) maka Anda akan dimigrasi ke sistem pembayaran pascabayar. 

Nilai listrik yang anda expor ke PLN akan dihargai 65% dari harga Anda beli ke PLN. Jadi jika saat ini listrik yang anda impor dari PLN nilainya adalah Rp. 1,467 maka nilai expor yang akan diberikan oleh PLN kepada Anda adalah Rp. 953. 

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

More Posts